Aku ingin terus menulismu dalam diari usang. Membenamkan segala pikiran tentangmu. Sungguh kau diksi yang ingin selalu ku kenang. Ku tahu kau tak pandai berucap atau berbuat. Tak apa sayang, aku tahu kau menyukaiku. Genggaman tanganmu, tatapanmu, bahkan hal-hal kecil yang kau lakukan. Aku tahu. Tak apa, biarkan semua seperti ini. Aku selalu menyukainya. Kaupun menyukaiku dengan caramu.